Kafe Estetik Bali Hadir di Jogja Netizen Fokus ke Harga Menu – Kehadiran kafe-kafe estetik dengan nuansa khas Bali kini tak lagi harus dinikmati di Pulau Dewata. Tren tersebut merambah ke berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Baru-baru ini, sebuah kafe bergaya Bali menjadi viral di media sosial setelah membuka cabang di Jogja. Bukan hanya desainnya yang memikat, tetapi juga menu yang ditawarkan—khususnya croissant dengan spaceman harga Rp 60 ribu—yang sukses mencuri perhatian netizen.
Nuansa Bali yang Kental di Tengah Kota Jogja
Kafe ini menghadirkan atmosfer tropis yang begitu khas Bali, lengkap dengan dekorasi alami seperti tanaman hijau, dominasi kayu, serta pencahayaan hangat yang instagramable. Setiap sudutnya dirancang dengan detail, membuat pengunjung seolah-olah sedang berlibur di Bali tanpa harus meninggalkan Jogja.
Tak heran jika tempat ini langsung dipadati pengunjung sejak hari pertama pembukaan. Banyak yang datang bukan hanya untuk menikmati makanan, tetapi juga berburu foto estetik untuk diunggah ke media sosial.
Menu Premium yang Jadi Sorotan
Salah satu menu yang paling banyak dibicarakan adalah croissant dengan harga Rp 60 ribu. Bagi sebagian orang, harga tersebut terbilang cukup tinggi depo 10rb untuk ukuran Jogja yang dikenal dengan biaya hidup relatif terjangkau.
Namun, pihak kafe mengklaim bahwa harga tersebut sebanding dengan kualitas bahan yang digunakan. Croissant dibuat dengan teknik khusus menggunakan butter premium, menghasilkan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Selain croissant, kafe ini juga menawarkan berbagai menu lain seperti kopi specialty, smoothie bowl, hingga brunch menu ala Barat yang sedang tren di kalangan anak muda.
Reaksi Netizen: Antara Kagum dan Kaget
Viralnya kafe ini tak lepas dari berbagai reaksi netizen. Di media sosial, banyak yang memuji konsep dan estetika tempat tersebut. Namun, tak sedikit pula yang merasa kaget dengan harga makanan yang dianggap “tidak Jogja banget”.
Beberapa komentar bahkan menyebut bahwa Jogja kini mulai mengalami pergeseran gaya hidup, dari yang sederhana menjadi lebih modern dan premium. Meski begitu, ada juga yang berpendapat bahwa hal ini wajar mengingat Jogja merupakan kota wisata yang terus berkembang.
Tren Gaya Hidup dan Kuliner di Jogja
Fenomena ini mencerminkan perubahan tren kuliner di Yogyakarta. Kini, tidak hanya makanan tradisional yang diminati, tetapi juga konsep kafe modern dengan pengalaman visual yang kuat.
Kehadiran kafe viral dari Bali ini menjadi bukti bahwa pasar Jogja semakin terbuka terhadap inovasi dan gaya hidup urban. Pengunjung tidak lagi sekadar mencari makanan enak, tetapi juga pengalaman yang unik dan berkesan.
Worth It atau Sekadar Hype?
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah harga Rp 60 ribu untuk croissant tersebut sepadan? Jawabannya tentu kembali pada preferensi masing-masing. Bagi pecinta kuliner premium dan pengalaman estetik, harga tersebut mungkin terasa wajar.
Namun, bagi yang lebih mengutamakan value for money, masih banyak pilihan kuliner lain di Jogja dengan harga lebih terjangkau.
Kesimpulan
Kafe viral bergaya Bali di Jogja ini sukses menarik perhatian publik, baik karena konsepnya yang menarik maupun harga menunya yang cukup tinggi. Terlepas dari pro dan kontra, kehadiran kafe ini menunjukkan bahwa Jogja terus berkembang mengikuti tren global.